JURNAL ILMIAH - UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SURAT AT-TIN KELAS V MELALUI STRATEGI READING ALOUD SDN WONOREJO 03 KECAMATAN PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2021/2022

 

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SURAT AT-TIN KELAS V MELALUI STRATEGI READING ALOUD SDN WONOREJO 03 KECAMATAN PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2021/2022

 

Nor Cholifah

Email : norcholifah15@gmail.com

                                                                                   

 

ABSTRAK

 

     Pembelajaran Mari Belajar Surah At-Tin dimaksudkan untuk memberi keterampilan kepada siswa dalam melafalkan surah At-Tin dengan harakat, makhraj dan tajwid yang benar. Setelah melakukan pengamatan pada siswa SDN Wonorejo 03 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang ternyata masih ada siswa yang kurang mampu dalam membaca surah At-Tin dengan harakat, makhraj serta tajwid yang benar.

     Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca Surah At-Tin sesuai dengan harakat, makhraj, dan ilmu tajwid yang benar pada siswa kelas V SDN  Wonorejo 03 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang.

     Rumusan masalah pada penelitian adalah apakah dengan strategi Reading Aloud dapat meningkatkan kemampuan membaca surah At-Tin pada siswa kelas V SDN Wonorejo 03 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang.

     Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN Wonorejo 03 yang                berjumlah 20 orang, sedangkan objeknya adalah metode Reading Aloud dan kemampuan siswa membaca surah At-Tin.

     Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan tes evaluasi yaitu sebelum tindakan dan sesudah tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Reading Aloud dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Mari Membaca Al-Qur’an               Surat At-Tin Kelas V SDN Wonorejo 03 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2021/2022 berhasil meningkatkan hasil belajar serta meningkatkan keterampilan dalam hal membaca secara baik dan benar. Metode Reading Aloud juga meningkatkan keaktifan semangat belajar peserta didik dalam membaca. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis ketercapaian hasil belajar pada materi Mari Belajar QS. At-Tin yang awal sebelum tindakan ketuntasan hanya 25% dan setelah diadakan tindakan siklus I didapati 40%, siklus II diperoleh 60% dan siklus III 80%. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dengan strategi Reading aloud pada pokok bahasan Mari Belajar QS. At-Tin dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, selain itu peserta didik mampu memperbaiki bacaan dan yang dinilai masih kurang tepat dan lebih aktif dalam mengikuti pelajaran                      karena dilaksanakan secara praktik langsung.

 

 

Kata Kunci : Kemampuan , Membaca, surah At-Tin, Strategi Reading Aloud.


 

PENDAHULUAN

 

     Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang secara khas memiliki ciri Islami. Pendidikan yang dipahami dan dikembangkan dari ajaran dan nilai-nilai yang terkandung dalam sumber dasarnya, yaitu al-Qur’an dan Hadits. Mengingat pentingnya kedudukan al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat islam yang paling utama, menanamkan nilai-nilai al-Qur’an kepada anak sudah menjadi suatu keharusan bagi setiap keluarga muslim. Untuk menanamkan nilai-nilai al-Qur’an maka keterampilan membaca al-Qur’an menjadi kemampuan paling dasar yang harus dikuasai umat Islam. Langkah awal untuk mendalami al-Qur’an adalah dengan cara mampu membacanya dengan baik dan benar. Untuk dapat membaca dengan baik dan benar maka ditempuh melalui proses pendidikan. Karena pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan manusia yang memiliki peranan yang sangat penting. Melalui proses pendidikan seseorang diarahkan dan dibimbing untuk dapat menghadapi kehidupan ini dengan sebaik-baiknya. 

     Begitu banyak keutamaan yang didapat jika membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu, maka sangat di anjurkan kepada umat muslim agar dapat membaca Al-Qur’an karena selain Sebagai petunjuk di dunia dan akhirat, juga sebagai pembentuk kepribadian muslim, dan meningkatkan keimanan. Oleh sebab itu membaca Al-Qur’an kemudian dijadikan sebagai salah satu materi ajar yang di masukan dalam kurikulum sekolah dasar yang harus di kuasai siswa. Penguasaan dalam membaca Al Quran dapat ditunjukkan dari kemampuan siswa dalam membaca Al-Quran dengan benar.

     Berdasarkan masalah tersebut di atas, perlu suatu metode pembelajaran yang efektif agar peserta didik mendapatkan suatu kemudahan dan kemampuan dalam membaca sesuai dengan kaidah tajwid. Hal ini merupakan kunci sukses dalam menguasai pelajaran secara utuh dan baik. Dalam konteks inilah perlu diadakan penelitian tindakan kelas (clasroom action research). "Melalui penelitian yang bersifat reflektif diharapkan dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara lebih profesional".


METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode acction research. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan tiap siklus dilakukan dalam sekali pertemuan . Ada empat tahapan sederhana menurut beberapa para ahli mengenai model penelitian tindakan, yaitu : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.

Agar penelitian tindakan kelas ini berhasil dengan baik tanpa hambatan yang mengganggu kelancaran penelitian, peneliti menyusun tahapan-tahapan yang dilalui dalam penelitian tindakan kelas, yaitu:

1.     Perencanaan / persiapan tindakan

Dalam tahap perencanaan atau persiapan tindakan ini, langkah- langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:

a.      Menyusun rencana pembelajaran dengan menggunakan metode reading aloud dan bersandar pada standar kompetensi mengartikan Al Quran surah pendek pilihan dan Kompetensi dasar membaca Quran Surah Al-Falaq.

b.     Mempersiapkan media pelajaran seperti buku paket atau kitab suci Al Quran.

c.      Mempersiapkan alat evaluasi untuk melihat:

d.     Membuat lembar observasi untuk melihat bagaimana kondisi belajar dan mengajar di kelas.

2.       Pelaksanaan Tindakan, kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah melaksanakan rencana pembelajaran yang telah direncanakan.

3.       Observasi. Pada tahap ini dilaksanakan proses observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat.

4.       Refleksi. Dalam tahap ini hasil yang didapat dalam tahap observasi dikumpulkan dan dianalisa. Dari hasil observasi guru dapat merefleksikan  diri dengan melihat observasi apakah kegiatan yang dilakukan dapat mengoptimalkan dan meningkatkan kemampuan membaca Surah Al-Falaq pada mata pelajaran agama Islam dan budi pekerti kelas V SDN Wonorejo 03 Kec. Pringapus Kab. Semarang. Adapun alur siklus kegiatan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:


Gambar 1 Alur PTK Model Spiral Kemmis & MC Taggart

Dalam penelitian tindakan kelas ini yang menjadi subjek penelitian   adalah siswa kelas Kelas V SDN Wonorejo 03 Kecamatan Pringapus Semaranga yang berjumlah 20 peserta didik terdiri dari 15 orang laki- laki dan 5 orang perempuan.

Tempat Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas V SDN  Wonorejo 03 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang. Penilitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus. Pihak yang membantu dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah sebagai Supervisor dan teman sejawat sebagai observer.

Penelitian ini menggunakan instrumen dianataranya:

1.     RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

2.     Lembar Kegiatan Siswa.

3.     Lembar Observasi

4.     Dokumentasi

Dalam penelitian PTK ini, teknik pengumpulan datanya sebagai berikut:

1.   Tes.

Tes merupakan alat pengukur yang utama dalam penelitian yang digunakan untuk mendapatkan hasil belajar peserta didik. Tes ini dilakukan dengan menggunakan lembar kerja peserta didik, baik kemampuan awal, perkembangan atau peningkatan selama tindakan berlangsung. Tes dilakukan dengan membaca surat-surat pendek.

2.   Pengamatan/ observasi

Observasi adalah proses pengambilan data dalam penelitian dimana peneliti melihat langsung proses kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung. Observasi ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang aktivitas peserta didik dan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan penerapan metode Read Aloud. Menentukan jumlah klasifikasi yang di inginkan, yaitu 5 klasifikasi Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang, dan Tidak.

3.   Dokumentasi adalah segala dokumen yang bisa dijadikan bukti bahwa suatu kegiatan atau peristiwa telah terjadi. Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang berarti barang-barang tertulis. Pada penelitian ini peneliti menggunakan dokumentasi berbentuk catatan lapangan, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bahan ajar, dan foto-foto kegiatan.

     Adapun KKM dalam penelitian ini adalah 75. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila siswa mempunyai kemampuan membaca Al Quran dengan baik dan benar dalam belajar Agama Islam terutama pada pokok bahasan mengenai membaca Surah At-tin dengan menggunakan metode Reading Aloud.

 
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Setelah menganalisa kemampuan siswa membaca Al Quran, diketahui bahwa kemampuan siswa membaca Al-Quran surah At-Tin dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam sebelum tindakan tergolong rendah dengan jumlah rata-rata 68 dengan kategori cukup baik.

Dalam siklus satu hasil aktivitas Guru dalam pelakasanaan pembelajaran dengan penerapan strategi pembelajaran pembelajaran Reading Aloud yaitu 42, dan diperoleh nilai 70% adalah nilai dengan kategori cukup, berarti peneliti sudah melaksanakan penelitian dengan baik, namun perlu diperbaiki pada beberapa item agar hasil yang diperoleh lebih maksimal lagi.

Sedangkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran diperoleh dengan jumlah skor 12 dan diperoleh nilai 60 % tergolong dalam kategori cukup. Dan hal ini belum sesuai dengan apa yang diharapkan oleh peneliti, masih ada beberapa hal yang dianggap masih kurang dan perlu diadakan perbaikan. Adapun aktifitas siswa yang dinilai tersebut adalah:

a)     Memperhatikan penjelasan guru saat memberikan penjelasan tentang materi surat At-Tin.

b)     Menyelesaikan tugas yang diberikan guru tentang materi surah At-Tin

c)     Keseriusan dalam membaca surah At-Tin

d)     Aktif dalam menjawab pertanyaan guru

e)     Kemampuan membaca surah At-Tin

Hasil evaluasi pelaksanaan siklus               pertama dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

 


Grafik 1. Hasil Evaluasi Siswa Membaca Surah At-Tin Pada Siklus 1

Untuk siklus kedua skor yang diperoleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran dengan penggunaan metode pembelajaran Reading Aloud setelah dibandingkan dengan standar kalsifikasi yang telah ditetapkan di bab sebelumnya. Aktivitas guru pada siklus II dengan jumlah skor 45 dan diperoleh nilai 75% adalah nilai                                    dengan kategori cukup, berarti peneliti sudah melaksanakan penelitian dengan baik, namun perlu diperbaiki pada beberapa item agar hasil yang diperoleh lebih maksimal lagi.

Sedangkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran diperoleh oleh peserta didik dengan jumlah skor 13 dan diperoleh nilai 65% tergolong dalam kategori cukup. Dan hal ini belum sesuai dengan apa yang diharapkan oleh peneliti, masih ada beberapa hal yang dianggap masih kurang dan perlu diadakan perbaikan. Adapun aktifitas siswa yang dinilai tersebut adalah:

a)     Memperhatikan penjelasan guru saat memberikan penjelasan tentang materi surat At-Tin.

b)     Menyelesaikan tugas yang diberikan guru tentang materi surah At-Tin

c)     Keseriusan dalam membaca surah At-Tin

d)     Kemampuan membaca surah At-Tin

Hasil evaluasi pelaksanaan siklus               kedua dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

 


 

Grafik 2. Hasil Evaluasi Siswa Membaca Surah At-Tin Pada Siklus 2

Untuk siklus ketiga skor yang diperoleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran dengan penggunaan metode pembelajaran Reading Aloud setelah dibandingkan dengan standar kalsifikasi yang telah ditetapkan di bab sebelumnya. Aktivitas guru pada siklus III dengan jumlah skor 48 dan diperoleh nilai 75% adalah, dengan kategori cukup, berarti peneliti sudah melaksanakan penelitian dengan baik,  namun perlu diperbaiki pada item-item tertentu agar hasil yang diperoleh sampai maksimal 100%.maksimal lagi.

Sedangkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran diperoleh oleh peserta didik dengan jumlah skor 15 dan diperoleh nilai 75% tergolong dalam kategori cukup baik. Dan hal ini sudah cukup sesuai dengan apa yang diharapkan oleh peneliti.

Adapun aktifitas siswa yang dinilai tersebut adalah:

a)     Memperhatikan penjelasan guru saat memberikan penjelasan tentang materi surat At-Tin.

b)     Menyelesaikan tugas yang diberikan guru tentang materi surah At-Tin

c)     Keseriusan dalam membaca surah At-Tin

d)     Kemampuan membaca surah At-Tin


 

Hasil evaluasi pelaksanaan siklus               ketiga dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

 


Pembahasan Hasil Penelitian

1.    Pelaksanaan Siklus Pertama

Dari hasil observasi pada siklus pertama menunjukkan bahwa Dari tabel di atas, terlihat kemampuan peserta didik sudah mengalami kemajuan. Dari hasil kegiatan tes yang dilakukan pada siklus I terjadi peningkatan pada peserta didik yang “Tuntas”, dan terjadi penurunan pada peserta didik yang “Belum Tuntas”. Dari tabel diatas dapat diketahui hasil tes pada siklus I bahwa dari 20 peserta didik terdapat 8 (40.00%) peserta didik yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai KKM >75, sedangkan 12 peserta didik (60,00%) belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai KKM ≤ 75 dan nilai rata-rata hasil tes C yaitu 70. Metode reading aloud yang dilakukan sudah dapat meningkatkan kemampuan membaca peserta didik tetapi belum mencapai ketuntasan dengan nilai KKM > 75. Oleh karena itu, peneliti akan melanjutkan penelitian ini pada tahap kedua (Siklus II).

2.    Pelaksanaan Siklus Kedua

 

Dari hasil observasi pada siklus kedua menunjukkan bahwa Dari tabel di atas, terlihat kemampuan peserta didik sudah mengalami kemajuan.terjadi peningkatan pada peserta didik yang “Tuntas”, dan terjadi  penurunan pada peserta didik yang “Belum Tuntas”. Dari tabel diatas dapat diketahui hasil tes pada siklus II bahwa dari 20 peserta didik terdapat 12 (60 %) peserta didik yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai KKM >75, sedangkan 8 peserta didik (40 %) belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai KKM 75. Metode reading aloud yang dilakukan sudah dapat meningkatkan kemampuan membaca surat At-Tin  peserta didik tetapi belum mencapai ketuntasan dengan nilai KKM > 75. Oleh karena itu, peneliti akan melanjutkan penelitian ini pada tahap ketiga (Siklus III).

3.    Pelaksanaan Siklus Ketiga

Dari hasil kegiatan tes yang dilakukan pada siklus III terjadi peningkatan pada peserta didik yang “Tuntas”, dan terjadi  penurunan pada peserta didik yang “Belum Tuntas”. Dari tabel di atas dapat diketahui hasil tes pada siklus III bahwa dari 20 peserta didik terdapat 16 (80 %) peserta didik yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai KKM >75, sedangkan 4 peserta didik (40%) belum mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai KKM 75 dan nilai rata- rata hasil tes yaitu 81.

Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Observasi Kemampuan Siswa Membaca Surah At-Tin Pada Data

Sebelum Tindakan, Siklus I, Siklus II, Siklus III

 

No

Kegiatan

Akumulatif Nilai

Rata-Rata

Presentase

Ketuntasan

1

Pra Siklus

1352

68

 25 %

2

Siklus I

1429

72

40  %

3

Siklus II

1512

76

60 %

4

Siklus III

1605

81

80 %

 

Dengan demikian, berdasarkan rekapitulasi hasil belajar peserta didik materi Mari Belajar Q.S. At-Tin tersebut di atas telah sesuai dengan target  yang ingin dicapai, karena tingkat kemampuan membaca peserta didik sudah tercapai, maka guru tidak melanjutkan pada siklus berikutnya.

 

KESIMPULAN

Pelaksanaan pembelajaran membaca surah AT-tin pada siswa kelas V SDN Wonorejo 03 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang masih kurang, maka untuk meningkatkan kemampuan siswa membaca surah At-Tin maka guru melakukan perubahan terhadap metode yang selama ini digunakan. Guru menggunakan strategi Reading Aloud untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada siswa kelas V SDN Wonorejo 03 Kecamatan Pringapus  Kabupaten Semarang.

Pelaksanaan pembelajaran membaca surah At-Tin pada siswa kelas V SDN Wonorejo 03 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang dilakukan tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evalusi. Tahap-tahap ini dilaksanakan dalam tiga siklus, sampai siswa benar-benar mampu membaca surah At-Tin.

Kemampuan membaca surah At-Tin pada siswa kelas V SDN Wonorejo 03 Kecamatan Pringapus Kabupaten Tanah Semarang Pada tahap siklus I rata-rata nilai peserta didik 68 dan pada siklus II meningkat menjadi 70. Untuk mencapai tujuan dari penelitian maka peningkatan berlanjut ke siklus III, yaitu hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dengan jumlah skor 48 dan diperoleh nilai 75% adalah nilai dengan kategori cukup, berarti peneliti sudah melaksanakan penelitian dengan baik, sedangkan observasi terhadap peserta didik dengan jumlah skor 15 dan diperoleh nilai 75% tergolong dalam kategori cukup baik dan sudah cukup sesuai dengan apa yang diharapkan oleh peneliti. Adapun rata-rata hasil belajar peserta didik membuktikan adanya peningkatan. Pada tahap siklus II rata-rata nilai peserta didik 74 dan pada siklus III meningkat menjadi 84.  Berdasarkan data yang telah diperoleh, maka penelitian ini berakhir pada siklus III. Dengan alasan kriteria ketuntasan dan efektifitas kegiatan pembelajaran sudah tercapai dan lebih dari 75% yaitu 84 %.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anggreni,F., & Langsa, I. (n.d). Integrasi Al-Qur’an pada Mata Pelajaran Matematika terhadap Kemampuan Siswa. 12

Anita, Lie. 2005. Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-RuangKelas. Jakarta: Grasindo.

Ayuningtyas,F. (2018). UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACA HURUF HIJAIYYAH DENGAN METODE READING ALOUD PADA ANAK KELOMPOKA1 PAUD SITI KHADIJAH. 1 (2),8.

Destrianjasari, S., Khodijah, N., & Suryana,E. (2002). PENGERTIAN, TEORI DAN KONSEP, RUANG LINGKUP ISU-ISU KONTEMPORER PENDIDIKAN ISLAM Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8 (2).

Kunandar. 2011. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Raja                    Grafindo Permai.

Osurahman. 2008. Metode Bayan (Cara Cepat Belajar Membaca Al Quran). Depok: Erlangga.

Mahdali, F. (2020). Analisis Kemampuan Membaca dan Menghafal Al-Qur’an Perspektif Sosiologi Pengetahuan. Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadist, 2(2), 143-168, https://doi.org.10.15548/mashdar.v2i2.1664

Mardhiah, A (n.d.). Peningkatan Kemampuan Membaca dan Menghafal Al-Qur’an Dengan Menggunakan Strategi Reading Aloud Bagi Siswa Kelas VI SDN 6 Kualasimpang. 14.

Nurfarida, R. (2021). METODE PEMBELAJARAN PAI PADA ANAK USIA DINI. 4(2), 15.

Shafwan, S. Cara Pembiasaan Membaca Al-Qur’an Sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (Kbm) Di Mas Plus Al-Ulum., 2, 11.

Susilaningsih, S., Abbas, N., & Nurharini, A. (n.d). STRATEGI INTERACTIVE READ ALOUDS DALAM OPTIMALISASI KETERAMPILAN PEMAHAMAN DONGENG ANAK DI SDN 01 TAWANGMAS SEMARANG.6.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL ILMIAH- UPAYA PENINGKATAN MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN METODE GUIDED THEACHING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI MELALUI PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI LANGENSARI 03 SEMESTER 1TAHUN PELAJARAN 2020/2021

JURNAL ILMIAH - PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS V MATERI MENGHAFAL AL-QUR’AN SURAT AT-TIN MELALUI METODE DRILL DI SD NEGERI KADIREJO 03

JURNAL ILMIAH- PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATERI MARI BELAJAR AL QUR’AN SURAT AT-TIIN DI SDN KLEPU 04 KECAMATAN PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2021/2022