JURNAL ILMIAH- UPAYA PENINGKATAN MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN METODE GUIDED THEACHING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI MELALUI PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI LANGENSARI 03 SEMESTER 1TAHUN PELAJARAN 2020/2021
UPAYA PENINGKATAN MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN
METODE GUIDED THEACHING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI MELALUI
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL)
PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI LANGENSARI 03
SEMESTER 1TAHUN PELAJARAN 2020/2021
Mauidhatul Chasanah
SDN LAngensari 03 Kabupaten
Semarang
ABSTRAK
Penelitian yang berjudul “UPAYA PENINGKATAN MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN
METODE GUIDED THEACHING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI MELALUI
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI
LANGENSARI 03 SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2020/2021 “” ini bertujuan untuk
mendapatkan informasi sejauhmana peningkatan pemahaman siswa dengan metode Guided Teaching. Adapun
masalah dalam penelitian ini yakni “adakah peningkatan pemahaman siswa dengan
metode Guided Teaching pada materi membaca
Al-Qur’an”. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan
siswa kelas IV SD Langensari
03 tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 15 siswa, terdiri dari 9 siswa laki laki dan 6 siswa perempuan. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tekhnik observasi
yang dilakukan selama penelitian pada siklus I dan siklus II sedang
berlangsung. Tekhnik analisis data yang dipergunakan adalah tekhnik kuantitatif
dan kualitatif. Tekhnik kuantitatif untuk mengolah data kuantitatif hasil test.
Sedangkan tekhnik kualitatif untuk menganalisis data kualitatif non test.
Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan, maka dapat diambil kesimpulan
bahwa Penerapan metode
GUIDED TEACHING PADA KELAS 4 SDN LANGENSARI 03,KECAMATAN UNGARAN BARAT SEMESTER 1 .Peneliti mengharapkan untuk penelitian berikutnya
agar memilih metode yang tepat dan menggunakan alat peraga yang mendukung
terhadap materi pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa.
Kata Kunci : Metode Guided Teaching pada peningkatan membaca Al-Qur’an
PENDAHULUAN
Salah satu permasalahan pendidikan yang
dihadapi oleh Bangsa Indonesia adalah
rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah.
Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional,
antara lain melalui
berbagai pelatihan dan peningkatan
kualifikasi guru. Pengadaan buku alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasaranaa pendidikan lainnya, dan peningkatan mutu pendidikan belum menunjukan
peningkatan yang merata,
sebagai sekolah, terutama
dikota-kota, menunjukan
peningkatan mutu pendidikan yang cukup mengembirakan, namun sebagian lainnya masih memprihatinkan. Ada
tiga factor yang menyebabkan mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan secara merata.
Factor
pertama, kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan
pendekatan education production atau
input-output analisis yang tidak
dilaksanakan secara konsekuen. Pendekatan ini melihat
bahwa lembaga pendidikan berfungsi sebagai pusat
produksi yang apabila dipenuhi semua input (masukan)
yang diperlukan dalam kegiatan produksi tersebut, maka lembaga ini akan menghasilkan
output yang dikehendaki.
Faktor
kedua, penyelenggaraan pendidikan nasional dilakukan seacara
sentralistik, sehingga menempatkan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan sangattergantung pada keputusan birokrasi yang mempunyai jalur yang sangat panjang dan kadang-kadang kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi sekolah
setempat..
Factor ketiga, peran serta masyarakat,
khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini sangat minim. Partisifasi masyarakat selama ini pada umumnya
lebih banyak bersifat
dukungan input (dana),
bukan pada proses
pendidikan (pengambilan keputusan, monitoring, evaluasi dan akuntabilitas).
Berkaitan dengan akuntabilitas, sekolah tidak mempunyai beban untuk mempertanggung jawabkan hasil pelaksanaan pendidikan kepada masyarakat
khususnya orang tua, sebagai salah satu pihak utama yang
berkepentingan dengan pendidikan (stakeholder).
Usaha untuk mencerdaskan kehidupan
bangsa tercantum dalam Undang- Undang
Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan Nasional
Bab II pasal 3 menjelaskan bahwa :
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk
watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupanbangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi
manusia yang beriman
dan bertaqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa,
berkahlak mulia, sehat, berilmy, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.1
Melalui belajar maka pengalaman seseorang akan bertambah dariyang
belum pernah mengalami
hingga pernah dialami,
kemudian diketahui selanjutnya dikerjakan. Sehingga sikap dan cara
bertindak dari seseorang akan bertambah. Dengan
kata lain tingkah laku seseorang yang pernah belajar akan bertambah atau mengalami perubahan. Teori-teori belajar
membuktikan bahwa pengalaman atau kegiatan-kegiatan
yang akan dilakukan akan menambah pengetahuan
seseorang. Dengan kata lain
bahwa semua jenis belajar selalubertujuan untuk memperoleh pengetahuan dari hal yang dipelajari itu.
pandangan bahwa belajar sama dengan menghafal, maka ada beberapa
krakteristik yang melekat:
(1) belajar berarti
menambah sejumlah pengetahuan, (2) belajar berarti
mengembangkan kemampuan intelektual dan (3) belajar adalah hasil
bukan proses. Pandangan kedua, belajar dianggap
sebagai proses perubahan prilaku sebagai akibat dari pengalaman dan latihan.
Bagi Higard belajar itu adalah
proses perubahan melalui
kegiatan prosedur latihan, baik latihan di dalam
laboratorium maupun dalam lingkungan alamiah.
Dengan demikian ada beberapa criteria belajar ditinjau dari pandangan
kedua ini, yaitu: (1) Belajar adalah
aktivitas dirancang dan bertujuan, (2) Tujuan belajar
adalah perubahan tingkah
laku secara utuh, (3) Belajar bukan hanya hasil, akan tetapi juga sebagai proses, (4) Belajar adalah proses pemecahan masalah”.2
Dari dua pandangan
tersebut diatas tentang belajar dapat diharapkan dengan
belajar, mutu pelajaran
Al-Qur’an meningkat dan siswa diharapkandapat membaca dengan baik dan lancar.Adapun materi Al-Qur’an yang akan diajarkan
pada
saat PTK di kelas
IV SDN Langensari 03 Kecamatan
Ungaran Barat Kabupaten Semarang
berdasarkan pada Kompetensi Das ar (KD) yaitu: (1) membaca Q.S. Al- Falaq
dengan lancar.
METODE PENELITIAN
Pendekatan
Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan
kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas yaitu penelitian tindakan
(action researc)yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran dikelasnya. PTK berfokus pada
kelas atau berfokus pada proses belajar mengajar
yang terjadi dikelas
(Arikunto, 2011:58)
Prosedur Penelitian
Sesuai dengan yang dipilih adalah penelitian tindakan kelas (PTK).
Penelitian tindakan ini tidak hanya
dilakukan satu tahapan / langkah (siklus) kegiatan melainkan beberapa kali siklus kegiatan. Karena
penelitian tindakan kelas adalah sebagai suatu
bentuk investigasi yang bersifat reflektif, kolaboratif dan spiral yang
memiliki tujuan untuk perbaikan
system metode kerja, proses, isi, kompetensi, dan situasi (Arikunto, 2011: 104)
daur ulang dalam penelitian diawali dengan perencanaan tindakan (planning),
penerapan tindakan (acting), mengobservasi /pengamatan (observing), dan melakukan refleksi
(reflekting), dan
seterusnya sampai perbaikan
atau peningkatan yang diharapkan tercapai (kriteria keberhasilan) (Saminanto, 2010 : 8)
LOKASI DAN SUBYEK PENELITIAN
1.
Sejarah Berdirinya SDN Langensari 03 Kecamatan Unagaran Barat Kabupaten Semarang
SDN Lanensari 03 Kecamatan Ungaran Barat berdiri pada
tahun 1955. Dilihat dari segi letak gedung
sekolah berada pada posisi yang strategis, karena gedung sekolah tersebut terletak di pingir jalan utama
dan berdekatan dengan kantor Kepala Kelurahan
Langensari. Untuk mengetahui tentang keadaan sekolah
secara umum dapat digambarkan sebagai berikut
Nama Sekolah : SDN Langensari 03
Alamat : JL Kalasan No 35 Langensari Kec Unagaran Barat Kab.Semarang
Batas –batas
lingkungan :
a.
Sebalah Barat berbatasan dengan jalan raya
b. Sebalah Timur berbatasan dengan
perumahan penduduk
c.
Sebalah Utara berbatasan
dengan Kantor Kelurahan
d.
Sebalah Selatan
berbatasan dengan rumah
penduduk
TEKNIK PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA
Teknik pengumpulan
data yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan
teknik deskriptif kompratif yaitu dengan membandingkan hasil belajar antara
hasil belajar kondisi awal, siklus I, siklus II, dan siklus III menggunakan rumus rata-rata
nilai, presentase ketuntasan belajar dan data observasi
B.
Hasil Penelitian
1. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas Siklus I
Pelaksanaan tindakan kelas pada pertemuan siklus I ini di mulai
dengan:
a. Perencanaan
Penelitian ini akan
dilaksanakan di kelas 1 SDN Langensari
03 Kecamatan Ungaran
Barat Kabupeten Semarang dengan
pelaksanaaan penelitian sendiri sebagai guru PAI
dan
BP.
Penelitian ini dilaksanakan dengan Strategi Guided Teaching.
Hal ini dimaksud
agar
dengan strategi
pembejaran ini siswa dapat memahami pokok bahasan “membaca Al-qur’an surah-surah pendek” dengan mudah dan cepat. Dalam pelaksanaan penelitian
tindakan kelas
Siklus I ini akan dilaksanakan selama dua kali pertemuan sesuai dengan jadwal
pelajaran PAI di kelas I SDN Langensari 03 Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang dengan maksud
untuk mempelajari materi pokok
surah-surah pendek dengan sub materi pokok, yaitu (1) Membaca surah Al-Falaq, Surah Al- Falaq melalui Strategi Guided Teaching.
Dalam pelaksanaan siklus I ini disusun jadwal sebagai berikut:
Tabel 4.4 Jadwal
pelaksanaan penelitian tindakan
kelas siklus I
|
No |
Hari/ tanggal |
Pertemuan ke |
Jumlah Jam |
Kegeiatan
yang dilakukan |
Penilaian |
|
1 |
Selasa 6-9-2022 |
1 |
2 |
Mempelajari materi
pokok ”membaca surah
pendek dan sub
materi pokok surah Al-Falaq” dengan Strategi Guided Teaching |
Lisan dan
Tertulis |
|
2 |
Selasa 13-9-2022 |
2 |
2 |
Mempelajari materi
pokok ”membaca surah
pendek dan sub
materi pokok surah Al- Falaq” dengan
Strategi Guided
Teaching |
|
a.
Pelaksanaan Tindakan
1) Pertemuan pertama
siklus I
Pertemuan pertama pada siklus I pengamatan langsung
difokuskan pada efektivitas dari
pembejaran dengan Strategi Guided
Teaching untuk mengetahui membaca
surah-surah pendek dengan KD yang berbunyi : Surat Al-Falaq
a) Kegiatan awal
1.
Guru memberi salam
2.
Absensi
3.
Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran diiringi dengan memotivasi siswa.
4. Guru menulis
judul materi yang akan dipelajari
5.
Guru melakukan
appersefsi untuk mengingatkan kembali pengetahuan
prasyarat bagi siswa dengan Strategi Guided Teaching
b). Kegiatan inti
Penerapan Strategi
Guided Teaching ini dengan membaca materi
pokok surah-surah pendek,
sub materi surah Al-falaq
1. Membagi siswa dalam (6 kelompok terdiri dari setiap kelompok 5 orang)
2.
Guru menjelaskan cara melafalkan bacaan surah Al-Falaq ayat demi ayat
3.
Guru melafalkan bacaan surah Al-Falaq dan siswa mengikutinya
4. Siswa melafalkan surah Al-falaq bersama-sama (klasikal)
5.
Siswa melafalkan surah Al-Falaq ayat demi ayat secara
kelompok
6.
Siswa secara
perorangan mendemontrasikan bacaan
Surah Al-falaq
7.
Guru memperhatikan bacaan siswa serta
membimbingnya jika ada yang salah melafalkannya.
c). Kegiatan Akhir:
1.
Memberikan penghargaan pada hasil belajar siswa, baik individu atau kelompok
2.
Memberikan PR sebagai
bagian remedial/ pengayaan
3.
Guru
menutup pelajaran
2). Pertemuan kedua Siklus I
Pertemuan kedua pada siklus I pengamatan
langsung difokuskan pada efektivitas
dari pembejaran dengan strategi pembejaran yang sama yaitu Strategi Guided
Teaching untuk memahami sub pokok bahasan surah Al-Falaq
a). Kegiatan Awal
1. Guru member
salam
2. Absensi
3.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran diiringi
dengan memotovasi siswa
4. Guru menuliskan judul materi yang akan dipelajari
5. Apersepsi
6. Pretes
b). Kegiatan Inti
Penerapan Strategi
Guided Teaching ini dengan
materi pokok membaca
surah-surah pendek, sub
materi surah Al-Falaq.
1.
Membagi siswa dalam (5kelompok terdiri dari setiap
kelompok 3 orang)
2.
Guru menjelaskan cara melafalkan bacaan surah Al-Falaq ayat demi ayat
3.
Guru melafalkan bacaan surah Al-Falaq dan siswa mengikutinya
4. Siswa melafalkan surah Al-
Falaq bersama-sama (klasikal)
5.
Siswa melafalkan surah Al-Falaq ayat demi ayat secara
kelompok
6.
Siswa secara perorangan mendemontrasikan bacaan Surah Al- Falaq
7.
Guru memperhatikan bacaan siswa serta
membimbingnya jika ada yang salah melafalkannya.
c).Kegiatan Akhir
1.Evaluasi siklus I dengan bentuk soal menyambung ayat sebanyak sebanyak
5 buah dengan bobot nilai satu soal sama dengan 2
(2=1)
1. ………….. قل اعوذ
2. …………….من شر
3. ……………و من شر
4. ……………..
ومن شر غا سق
5. …………….. ومن
شر حا سد
1.
Memberikan penghargaan pada hasil belajar siswa, baik individu atau kelompok.
2. Guru menutup
pelajaran
d). Observasi dan Evaluasi
1. Observasi kegiatan
pembelajaran
Hasil pengalaman atau observasi dati teman sejawat
dalam Kegiatan Belajar Mengeja 2 x pertemuan yang
sudah direncanakan (Instrumen
terlampir) pada pertemuan
pertama dan pertemuan
kedua siklus I ini,
dapat dilihat pada table barikut ini:
Tabel 4.5 Observasi kegiatan pembelajaran siklus I
|
No |
Kegiaatan |
Pertemuan ke-1 |
Petemuan ke-2 |
||||||
|
4 |
3 |
2 |
1 |
4 |
3 |
2 |
1 |
||
|
1 |
Apersepsi |
|
|
√ |
|
|
√ |
|
|
|
2 |
Penjalasan materi |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
|
3 |
Penjelasan metode pembelajaran |
|
√ |
|
|
|
|
√ |
|
|
4 |
Teknik pembagian kelompok |
|
|
√ |
|
|
√ |
|
|
|
5 |
Penguasaan kelas |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
|
6 |
Penggunaan media |
|
√ |
|
|
|
|
√ |
|
|
7 |
Suara |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
|
8 |
Pengelolaan kegiatan pembelajaran |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
|
9 |
Bimbingan kegiatan pembelajaran |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
|
10 |
Bimbingan kepada kelompok |
|
|
√ |
|
|
√ |
|
|
|
11 |
Kemampuan melakukan
evaluasi |
|
|
√ |
|
|
√ |
|
|
|
12 |
Memberikan penghargaan individu |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
|
|
dan kelompok |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
13 |
Menyimpulkan materi pelajaran |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
|
14 |
Menutup pelajaran |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
Dalam pelaksanaan siklus II ini disusun jadwal sebagai berikut:
Tabe1 4.9. jadwal pelaksanaan penelitian tindakan kelas
(PTK) siklus II
|
No |
Hari/ tanggal |
Pertemuan |
Jumlah Jam |
Kegeiatan yang
dilakukan |
Penilaian |
|
1 |
Selasa 20-9-2022 |
1 |
2 |
Mempelajari materi pokok
”membaca surah pendek
dan sub materi
pokok surah Al-Falaq” dengan Strategi Guided
Teaching |
Tertulis Lisan
dan Perbuatan |
|
2 |
Selasa 27-9-2022 |
2 |
2 |
Mempelajari materi pokok
”membaca surah pendek
dan sub materi
pokok surah An-Naas” dengan Strategi Guided
Teaching |
|
b.
Pelaksanaan Tindakan
1). Pertemuan pertama
siklus ke II
Pertemuan pertama pada siklus II
pengamatan langsung difokuskan pada
efektivitas dari pembejaran dengan Strategi yang sama yaitu Strategi
Guided Teaching untuk mempercepat kemampuan siswa dalam pembelajari sub materi Surah
Al-Falaq.
Dengan strategi yang sama dengan
menggunakan strategi Guided Teaching, siswa
lebih Nampak bersemangat dalam mempelajari materi pelajaran dan dengan strategi
Guided Teaching, siswa lebih mudah mempelajari materi pelajaran. Hal ini dapat dilihat
dari hasil nilai yang diperoleh
bila dibandingkan dengan
pertemuan-pertemuan sebelumnya.
a)
Kegiatan awal
ü Guru member salam
ü Absensi
ü Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran diiringi dengan
memotivasi siswa.
ü Guru menulis judul materi
yang akan dipelajari
ü Apersepsi
ü Pretes
b)
Kegiatan inti
Penerapan Strategi
Guided Teaching ini dengan materi pokok membaca surah-surah pendek:
1.Membagi siswa dalam ( 5 kelompok terdiri
dari setiap kelompok 3 orang)
2. Guru menjelaskan cara melafalkan bacaan
surah Al-Falaq ayat demi ayat.
3.
Guru menjalaskan surah Al-Falaq bersama-sama
(klasikal).
4.
Siswa melafalkan surah Al-Falaq ayat demi ayat secara kelompok.
5.
Siswa secara
perorangan mendemontrasikan bacaan surah Al-Falaq.
6.
Guru memperhatikan bacaan siswa serta membimbingnya jika ada yang salah
melafalkannya.
c)
Kegiatan akhir
1.
Memberikan penghargaan pada hasil belajar
siswa.
2.
Memberikan PR sebagai
bagian remedial/pengayaan
3. Guru menutup pelajaran
2). Pertemuan kedua siklus II
Pertemuan kedua pada siklus II pengamatan langsung difokuskan pada efektivitas dari pembelajaran dengan strategi guided teaching
untuk mempercepat kemampuan
siswa dalam mempelajari sub materi Surah
An-Naas.Dengan strategi yang sama, dengan menggunakan strategi guided teaching, menambah kemampuan siswa dalam mempelajari materi pelajaran yang disampaikan terutama dalam mempelajari sub Surah An-Naas.
Dengan KD yang berbunyi: membaca surah An-Naas dengan lancar.
Disamping itu semangat belajar siswa
ketika mengikuti pelajaran semakin meningkat. Dan guru lebih pamiliar,
Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai yang semakin
meningkat.
Pada pertemuan ini siswa sudah lebih mudah memahami matere
yang diajarkan dengan cepat, sehingga
siswa lebih semangat melaksanakan tugasnya agar bisa memperoleh penghargaan yang lebih baik atau ingin menjadi
juara sehabis pelajaran nanti. Lebih-lebih pada kesempatan
ini guru menyiapkan hadiah yang
sudah di kemas dan diletakkan di atas meja, maka anak mengharapkan selain penghargaan secara kualitatif ia juga berharap mendapat hadiah yang berupa benda
tersebut. Selain itu jugs siswa lebih
mempunyai sifat sosial yang tinggi dan lebih bisa menghargai usaha bersama dalam mencapai tujuan bersama yang lebih baik dan bermanfaat bagi diri dan lingkungan
sekitarnya
a.
Kegiatan awal
1. Guru members salam
2. Presensi siswa
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran diiringi dengan memotivasi siswa.
4. Apersepsi
5. Pretes
b.
Kegiatan inti
Penerapan Strategi
Guided Teaching ini dengan materi pokok
membaca surah-surah pendek.
1. Membagi siswa dalam ( 5 kelompok terdiri
dari setiap kelompok 3 orang)
2. Guru menjelaskan cara melafalkan bacaan surah An-Naas
ayat demi ayat.
3. Guru menjalaskan surah An-Naas bersama-sama (klasikal).
4. Siswa melafalkan surah An-Naas ayat demi ayat secara kelompok.
5. Siswa secara
perorangan mendemontrasikan bacaan surah
An-Naas.
6. Guru memperhatikan bacaan siswa serta membimbingnya jika ada yang salah
melafalkannya, Surah An-Naas terdiri
dari ….ayat
c.
Kegiatan Akhir
1)
Evaluasi siklus II dengan bentuk soal menyambung bacaan 5 buah dengan bobot nilai satu soal
dengan 2 (2:1) yang dijawab oleh
masing-masing siswa yang berjumlah 15 orang.
Soal
isian:
1. ………..
![]()
2. ………. ![]()
3. ………
![]()
4. ………
5. ……… ![]()
2)
Memberikan penghargaan pada hasil belajar
siswa, baik individu maupun kelompok.
3)
Guru menutup
pelajaran
d.
Observasi dan Evaluasi
1)
Observasi kegiatan
pembelajaran
Hasil
pengamatan atau observasi
dari teman sejawat
dalam KBM 2 x pertemuan
yang sudah direncanakan (Instrument terlampir) pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua siklus II
ini, dapat dilihat pada tabel berikut ini :
|
No |
Kegiaatan |
Pertemuan ke-1 |
Petemuan ke-2 |
||||||
|
4 |
3 |
2 |
1 |
4 |
3 |
2 |
1 |
||
|
1 |
Apersepsi |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
|
2 |
Penjalasan materi |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
|
3 |
Penjelasan metode
pembelajaran |
|
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
4 |
Teknik pembagian kelompok |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
|
5 |
Penguasaan kelas |
|
√ |
|
|
√ |
|
|
|
|
6 |
Penggunaan media |
|
√ |
|
|
√ |
|
|
|
|
7 |
Suara |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
|
8 |
Pengelolaan kegiatan pembelajaran |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
|
9 |
Bimbingan kegiatan pembelajaran |
|
√ |
|
|
√ |
|
|
|
|
10 |
Bimbingan kepada
kelompok |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
|
11 |
Kemampuan melakukan evaluasi |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
|
12 |
Memberikan penghargaan individu dan kelompok |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
|
13 |
Menyimpulkan materi
pelajaran |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
|
14 |
Menutup pelajaran |
|
√ |
|
|
|
√ |
|
|
Keterangan :
|
SB |
= |
Sangat baik
(4)
|
|
|
B |
= |
Baik
(3) |
|
Simpulan
Dari penelitian tindakan
kelas yang dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Dengan menggunakan strategi
Guided Teaching hasil belajar
Al-qur’an siswa kelas I SDN Langensari 03 Kabupaten Semarang meningkat dengan hasil belajar siklus I rata- rata
6,87 , siklus II rata-rata
80,00 dan siklus III rata- rata 83,3.
2. Penerapan strategi Guided Teaching dapat meningkatkan:
a.
Minat dan hasil belajar siswa
b.
Siswa dapat berkerja sama dalam anggota
kelompoknya
c.
Siswa merasa bertanggung jawab
terhadap tugas yang diberikan guru
d.
Siswa memiliki
sikap kebersamaan dan saling membantu
dalam anggota kelompoknya
DAFTAR PUSTAKA
-
1 Undang-Undang RI
Nomor 20 tahun 2003 Tentang,
Sistem Pendidikan Nasional. (bandung:Citra Umbara), h. 4
-
2 Wina Sanjaya, Pembelajaran Dalam
Implementasi Kurikulum Berbasis
Kompetensi.
(Jakarta: Kencana, 2008), h. 87-90
-
3 Wina
Sanjaya, Ibid. 70-71
-
4 Ibrahim T. darsono. H. Pemahaman
Al-qur’an dan Hadits.
(Solo : PT. Tiga Serangkai . 2008),
- 5 Ahmad tafsir, 2008.
34,35
-
Pendidikan Agama Islam
untuk Siswa Sekolah
Dasar Kurikulum SD. 1994
sesuai GBPP. Penerbit Aneka Ilmu. Semarang.
-
Buku Pedoman Penggunaan Peraga Praktis Pembelajaran Al- qur’an untukSD/MI (Durotiq S.Pd.I) P3Q.
Komentar
Posting Komentar