Jurnal Ilmiah - Penggunaan Model Make a Macht untuk Meningkatkan Hasil Belajar dalam Kandungan QS an Nashr Siswa Kelas III SDN Muncar 01
Jurnal Ilmiah
Penggunaan
Model Make a Macht untuk Meningkatkan Hasil Belajar dalam Kandungan QS
an Nashr Siswa Kelas III SDN Muncar 01
Muh Irhamna,S.Pd, SDN Muncar 01
Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah penerapan metode Make A Macht dapat meningkatkan hasil
belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti materi Pesan Surat an Nashr
kelas III di SD NEGERI MUNCAR 01 dan mengetahui peningkatan hasil belajar
peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti materi Pemahaman surat An Nashr kelas III di
SD NEGERI MUNCAR 01 dengan metode Make A Macht.
Peneliti menggunakan metode Make A Macht karena sesuai dengan
pra-penelitian yang dilakukan peneliti metode ini tidak pernah diterapkan pada
siswa. Temuan yang peneliti peroleh sesuai dengan jawaban untuk rumusan masalah
penelitian adalah berikut. Diketahui bahwa penerapan metode Make A Macht dapat meningkatkan
hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
materi Pemahaman QS an Nashr kelas III di SD NEGERI MUNCAR 01. Dan Hasil belajar
peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti materi Pesan Surat an Nashr mengalami
peningkatan setelah diterapkannya pembelajaran menggunakan metode Make a
Macht. Melalui penerapan metode Make
A Macht, pada siklus I, II dan III dapat diketahui tingkat ketercapaian
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada prasiklus dengan jumlah siswa 13
prosesntase KKM yaitu 7,7 %. Dan siklus 1 jumlah siswa yang tuntas belajar
38,4% sebanyak 13 siswa, kemudian meningkat lagi pada siklus 2 dengan siswa
yang tuntas belajar sebanyak 61,50% sebanyak 13 siswa, dan pada siklus 3
mengalami peningkatan lagi dengan jumlah siswa yang peningkatan hasil belajar
sebanyak siswa 92,3% atau sama dengan 13
siswa
Kata Kunci :
Penelitian Tindakan Kelas, Make a Macht, QS. An Nashr
PENDAHULUAN
Pendidikan
memegang peranan penting yang menyangkut kemajuan dan masa depan bangsa, tanpa
pendidikan yang baik dan akhlakul karimah mustahil suatu bangsa akan maju.
Negara kita Indonesia merumuskan bahwa, Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual kagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia
serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Dari sinilah guru dituntut untuk dapat menjalankan tugas
dengan sebaik-baiknya. Selain untuk dapat mencapai tujuan pengajaran yang
diharapkan guru harus juga mampu untuk menjadikan anak didik yang berakhlakul
karimah.
Guru pun harus
pandai memilih metode yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anak didik. Supaya
anak didik merasa senang dalam belajar. Dengan pemilihan dan penerapan metode
yang tepat akan menggugah semangat peserta didik dalam mempelajari materi yang
disampaikan oleh guru. Termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan
Budi Pekerti kelas III di SDN MUNCAR 01.
SDN MUNCAR Kecamatan Susukan merupakan pendidikan secara
formal. Penerapan sebuah metode dan inovasi yang dilakukan oleh guru pada mata
pelajaran tersebut merupakan strategi yang tepat guna meningkatkan hafalan pada
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas III di SDN MUNCAR
01, untuk menghadapi kesulitan dalam
pencapaian kompetensi. Salah satu metode yang ingin penulis terapkan pada
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah metode Make a macht.
METODE PENELITIAN
Sesuai dengan judul
yang diajukan oleh peneliti, maka penelitian ini bertempat di SD Negeri Muncar 01 yang terletak
didesa Muncar Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang. Sedangkan objek dalam
penelitian pada mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam Dan Budi Pekerti ini adalah siswa siswi kelas III SD
Negeri Muncar 01 sebanyak 13 siswa.
Metode penelian yang
digunakan adalah metode action research
atau penelitian tindakan yang dilakukan dalam bentuk spiral, rancangan
penelitian yang digunakan sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan dan
disesuaikian dengan kondisi spesifik, sebjek penelitian serta kebutuahan
parameter penelitian. Penelitian tindakan ini dilakukan sebagai upaya perbaikan
suatu praktek pendidikan melalui pemberian tindakan berdasarkan refleksi dari
pemberian tindakan.[1]
Bentuk tindakan dalam penelitian ini adalah dengan memberikan suatu
tindakan pada subyek yang diteliti dengan menggunakan metode Make a Macht untuk diketahui sebarapa
besar pengaruhnya untuk pembelajaran Pendidikan
Agama Islam Dan Budi Pekerti. Dengan begitu penelitian ini bisa menghasilkan data-data yang
akurat dan sesuai dengan keadaan lapangan penelitian, dalam hal ini adalah
kelas III SD Negeri Muncar 01
Desain yang
digunakan adalah sesuai dengan model dari Kemmis dan Taggart berupa suatu
siklus spiral. Dalam siklus ini adalah suatu putaran yang memilki tahap-tahap
rancangan pada setiap putarannya, sebagaimana berikut, pertama perencanaan (planning),
kedua tindakan (acting), ketiga observasi
(observation), keempat refleksi (reflection).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini di lakukan di SDN Muncar 01, di Desa Muncar Kecamatan
Susukan Kabupaten Semarang, yaitu pada siswa kelas V. Adapun yang diteliti
adalah penerapan metode Make A Macht dalam meningkatkan hasil belajar
siswa pada mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti. Hasil penelitian diuraikan dalam tahapan yang berupa siklus-siklus
pembelajaran yang dilakukan dalam proses belajar mengajar di kelas.
Sebelum melaksanakan penelitian,
Peneliti telah melaksanakan observasi mengenai
permasalahan yang terjadi
dalam proses pembelajaran
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti materi Pemahaman QS Nashr siswa Kelas III SD Negeri Muncar 01. Dari observasi
tersebut didapatkan hasil bahwa minat peserta didik dalam mengikuti
proses pembelajaran rendah,
sehingga hasil belajar
yang dicapai oleh peserta didik juga rendah.
Dari
hasil evaluasi 13 peserta didik pada materi Pemahaman QS an Nashr,prasiklus
tuntas 1 peserta didik 7,7% dari 13 siswa. Pada siklus 1 terdapat 5 peserta didik (69,2%) yang mendapatkan nilai di atas KKM, siklus 2 terdapat 8 peserta
didik (61,5%)dan pada siklus III terdapat 12 siswa mendapatkan nilai di atas KKM,
dengan rata-rata kelas 90
Perbaikan Pembelajaran (Pelaksanaan Siklus I sampai Siklus
III)
Pelaksanaan tindakan
terbagi dalam 4 tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan
refleksi yang membentuk suatu siklus
Data Nilai Hasil
Belajar Siklus 1 sampai Siklus 3
|
No. |
Nama |
SIKLUS I |
SIKLUS II |
SIKLUS III |
|||
|
Nilai |
Keterangan |
Nilai |
Keterangan |
Nilai |
Keterangan |
||
|
1 |
Adi Nanda Pratama |
50 |
Tidak Tuntas |
70 |
Tidak Tuntas |
100 |
Tuntas |
|
2 |
Adinda Putri Kayla |
70 |
Tidak Tuntas |
80 |
Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
3 |
Alena Citra Maharani |
70 |
Tidak Tuntas |
70 |
Tidak Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
4 |
Ammelia Franciska |
50 |
Tidak Tuntas |
60 |
Tidak Tuntas |
100 |
Tuntas |
|
5 |
Aqeela Fathina Sholeh |
80 |
Tuntas |
100 |
Tuntas |
100 |
Tuntas |
|
6 |
Fathin Nur Angraini |
60 |
Tidak Tuntas |
60 |
Tidak Tuntas |
90 |
Tuntas |
|
7 |
Mikha Shena Prasetya |
90 |
Tuntas |
80 |
Tuntas |
100 |
Tuntas |
|
8 |
Nafhisa Khaira Wildan |
80 |
Tuntas |
80 |
Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
9 |
Syakila Aleanur Astuti |
70 |
Tidak Tuntas
|
90 |
Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
10 |
Wisnu Adi Saputra |
80 |
Tidak Tuntas |
80 |
Tuntas |
100 |
Tuntas |
|
11 |
Zhakira Talita Zahra |
80 |
Tuntas |
80 |
Tuntas |
100 |
Tuntas |
|
12 |
Nabilah Bilqis Anastasya |
70 |
Tidak Tuntas |
90 |
Tuntas |
100 |
Tuntas |
|
13 |
Alvio Fadhil Czahab |
50 |
Tidak Tuntas |
60 |
Tidak Tuntas |
60 |
Tidak Tuntas |
|
Rata-rata |
69 |
|
76 |
|
90 |
|
|
Refleksi
Berdasarkan nilai hasil belajar yang diperoleh peserta didik,
Siklus I belum dikatakan berhasil karena jumlah peserta didik yang memperoleh
nilai di atas KKM hanya 5 siswa (69,2%) sedangkan target minimal yang ingin
dicapai adalah lebih dari (75%).
Berdasarkan nilai hasil belajar yang diperoleh peserta didik,
Siklus II masih belum dikatakan berhasil karena jumlah peserta didik yang
memperoleh nilai di atas KKM hanya 8 siswa (61,5%) sedangkan target minimal
yang ingin dicapai adalah lebih dari (75%).
Dari hasil yang diperoleh pada Siklus II, Peneliti akan mengadakan
perbaikan kembali melalui pembelajaran Siklus III dengan menggunakan metode
pembelajaran yang sama. Kendala-kendala yang terjadi pada Siklus II akan
diperbaiki pada Siklus III dan diharapkan hasil belajar peserta didik dapat
meningkat.
Berdasarkan nilai hasil belajar yang diperoleh peserta didik,
Siklus III dikatakan berhasil karena jumlah peserta didik yang memperoleh nilai
di atas KKM sejumlah 12 siswa (92,3%) sedangkan target minimal yang ingin
dicapai adalah lebih dari (75%).
Meningkatnya
hasil belajar siswa pada siklus III dibandingkan dengan siklus sebelumnya dan
tercapainya target minimal ketuntasan membuktikan bahwa melalui metode Make
A Macht dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat mningkatkan
hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Muncar 01. Sehingga peneliti
menyimpulkan bahwa penelitian sudah bisa dikatan berhasil dan tidak perlu
dilanjutkan kedalam siklus selanjutnya.
Maka dengan hal
tersebut metode Make A Macht bisa digunakan dalam pembelajaran dengan harapan
siswa aktif, terampil, menyenangkan dan bermakna dalam pembelajaran
[1] Rosma,
Hartiny, Model Penelitian Tindakan Kelas
(teknik bermain konstruktif untuk peningkatan hsail belajar siswa), (Yogyakarta
: Teras, 2010) hal. 72
Komentar
Posting Komentar