JURNAL ILMIAH - UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN IBADAH SHOLAT MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS III SDN TERBAN KECAMATAN PABELAN SEMESTER 1 TAHUN 2021/2022
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN IBADAH SHOLAT
MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA SISWA
KELAS III SDN TERBAN KECAMATAN PABELAN
SEMESTER 1
MUHAMAD NASOCHA, SDN TERBAN
ABSTRAK
Muhamad Nasocha, S.Pd.I. Upaya
Meningkatkan Keterampilan Ibadah Sholat Melalui
Metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas III SDN Terban Kecamatan Pabelan Semester 1 Tahun 2021/2022 Program Studi
Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Universitas
Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta.
Kata kunci: Keterampilan, Metode, Demonstrasi
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah guru
dalam menyampaikan materi pelajaran
masih menggunakan metode pembelajaran yang biasa
dan tidak menggunakan media
pembelajaran yang bervariasi. Sehingga, siswa akan cenderung tidak aktif dalam pembelajaran dan akan
merasa bosan. Dan akan mengakibatkan hasil belajar
siswa menjadi rendah.
Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui peningkatan keterampilan solat pada siswa
dengan menerapkan metode demonstrasi pada siswa
kelas III SD Negeri Terban Kecamatan Pabelan Kab. Semarang.
Penelitian ini merupakan
penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas III SD Negeri Terban
Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang Semester
Ganjil Tahun Akademik 2021/2022 dengan jumlah 16 siswa. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus dengan satu
pertemuan pada tiap siklus. Teknik pengumpulan
data pada penelitian ini menggunakan observasi, tes hasil belajar, dan
wawancara. Teknik analisis
data yang digunakan adalah analisis
deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan demonstrasi pada materi mengenal praktik solat dapat meningkatkan
hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Terban
Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang.
Hal tersebut dapat dilihat dari adanya
peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklusnya dari siklus I sampai dengan siklus III.
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan
salah satu media yang paling efektif untuk mencetak dan melahirkan generasi penerus yang yang memiliki
pandangan kemajuan suatu aspek baik internal
atau pun external.pendidikan sangatlah penting
dan tidak bisa dikesampingkan kepentingannya ,dengan pendidikan seseorang
dapatmerubah segalanya,serta bisa memajukan kebudayaan dan menjunjung tinggi
derajat bangsa di mata internasional. Pendidikan merupakan
faktor yang paling utama dalam mencetak
generasi dan juga sumberdaya manusia
yang memiliki bobot dan
kualitas untuk memberikan perubahan kedepan
nya . sehingga di perlukan
mutu dan kualitas untuk meningkatkan dan memajukan
harkat dan martabat
bangsa ini ,salah satunya melalui pendidikan yang berkualiatas,melalui sumber daya manusia
yang memiliki pengaruh
penting terhadap kedepannya[1].
Masih banyak dari para siswa khusunya
siswa kelas rendah (1-III) sekolah dasar, salah atau
kurang tepat dalam mempraktekkan kegiatan
ibadah shalat. Ada siswa yang
salah rukun, kurang tepat dalam gerakannya, bacaan yang kurang fasih atau keliru dan sebagainya. Hal tersebut bila dibiarkan tentu akan menjadikan masalah besar dikemudian hari. Hal tersebut juga
terjadi di SDN Terban Kecamatan Pabelan, khususnya pada siswa kelas III, dimana
masih terdapat siswa yang belum tepat dalam
mempraktekkan gerakan dan bacaan salat dengan baik dan benar.
Disinilah peran guru di sekolah sangat
penting dalam mendidik siswa agar menjadikan
praktek ibadah salat menjadi benar sesuai dengan aturan atau syariat Islam.
Dalam mengajarkan materi pelaksanaan ibadah
salat, diperlukan pemilihan metode yang tepat
untuk diterapkan, diantaranya yaitu dengan metode demonstrasi. Metode demonstrasi dalam prakteknya
menirukan bacaan-bacaandan gerakan salat secara berulang-ulang, sehingga akan
tercapai keserasian antara bacaan dengan gerakan salatnya, peserta didik bisa hafal
bacaannya dan mempraktekkan salat sendiri.
Dalam menerapkan metode demosntrasi diperlukan teknik tersendiri agar guru mampu mengajarkan dan siswa mampu menerapkan/mempraktekkan apa yang diajarkan oleh guru. Dalam metode ini
diperlukan kesabaran guru dalam membimbing siswa. Hal
tersebut karena tidak semua siswa mampu menerima dengan
cepat apa-apa yang diajarkan olehguru, dan mempraktekkan/meniru dengan benar.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka peneliti
bermaksud untukmelakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Upaya MeningkatkanKeterampilan
Ibadah Salat melalui Metode Demonstrasi pada Siswa Kelas III di SDN
Terban Kecamatan Pabelan.
METODE PENELITIAN
Dalam
penelitian ini populasi atau subjek dalam penelitian adalah siswa kelas III SD Negeri Terban Kecamatan Pabelan
Semester 1 dengan jumlah 12 siswa yang terdiri
dari 6 laki-laki dan 6 perempuan. Siswa SD Negeri Terban. Metode penelitian yang
akan dipakai adalah penelitian tindakan (action research), yaitu kegiatan dan atau
tindakan perbaikan sesuatu yang perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasinya digarap secara sistematiksehingga validitas dan reliabilitasnya mencapai tingkatan riset. Action research juga merupakan proses yang mencakup siklus aksi, yang mendasarkan pada refleksi; umpan balik (feedback); bukti (evidence); dan evaluasi atas aksi sebelumnya dan situasi sekarang.
Penelitian tindakan ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika. Mengingat penelitian
tindakan ini dilakukan didalam kelas, maka metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metodepenelitian
tindakan kelas (classroom action research).
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Penelitian ini di lakukan
di SDN Terban, di Desa Terban Kecamatan
Pabelan Kabupaten Semarang, yaitu pada siswa kelas III. Adapun yang
diteliti adalah penerapan metode Demonstrasi dalam meningkatkan hasil
belajar siswa pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Hasil penelitian diuraikan dalam tahapan yang berupa
siklus-siklus pembelajaran yang dilakukan dalamproses belajar
mengajar di kelas.
Sebelum melakukan penelitian dilakukan fase
prasiklus dan di dapat hasil evaluasi 16 peserta didik
pada materi Solat, terdapat 6 peserta didik
(37%) yang mendapatkan nilai di atas KKM, dan 10 peserta didik (63%) mendapatkan nilai di bawah KKM, dengan
rata-rata kelas 69,62
Perbaikan
Pembelajaran (Pelaksanaan Siklus I Sampai Siklus III)
Pelaksanaan tindakan terbagi dalam 4 tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi
yang membentuk suatu siklus
Data hasil
belajar siklus 1 sampai siklus 3
|
No. |
Nama |
SIKLUS I |
SIKLUS II |
SIKLUS III |
|||
|
Nilai |
Keterangan |
Nilai |
Keterangan |
Nilai |
Keterangan |
||
|
1 |
Aazza N Fadzillah |
78 |
Tuntas |
79 |
Tuntas |
81 |
Tuntas |
|
2 |
Anjani Sekar
Arum |
71 |
Tidak Tuntas |
75 |
Tuntas |
81 |
Tuntas |
|
3 |
Ardian Yudha Pratama Putra |
70 |
Tidak Tuntas |
71 |
Tidak Tuntas |
74 |
Tuntas |
|
4 |
Fastabiqul Aji Wibowo |
73 |
Tidak Tuntas |
75 |
Tuntas |
79 |
Tuntas |
|
5 |
Hasin Muhammad Aziz |
77 |
Tuntas |
78 |
Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
6 |
Husin Muhammad Ali |
87 |
Tuntas |
88 |
Tuntas |
88 |
Tuntas |
|
7 |
Jesica Dewi
Syahira |
70 |
Tidak Tuntas |
72 |
Tidak Tuntas |
74 |
Tidak Tuntas |
|
8 |
Keysia
Zahrania Yahrania Yohana |
76 |
Tuntas |
77 |
Tuntas |
81 |
Tuntas |
|
9 |
M Aditya
Zulfa Kurniawan |
73 |
Tidak Tuntas |
75 |
Tuntas |
81 |
Tuntas |
|
10 |
Mufidah Fateha Syaquil |
60 |
Tidak Tuntas |
62 |
Tidak Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
11 |
Nafiatus zahra |
68 |
Tidak Tuntas |
70 |
Tidak Tuntas |
78 |
Tuntas |
|
12 |
Putri winarsih Efrilanungki |
71 |
Tidak Tuntas |
78 |
Tuntas |
78 |
Tuntas |
|
13 |
Rafa Maulana Darmawan |
76 |
Tuntas |
79 |
Tuntas |
79 |
Tuntas |
|
14 |
Shalma Inkan Maharani |
82 |
Tuntas |
86 |
Tuntas |
86 |
Tuntas |
|
15 |
Zelga Nata
Latumura |
76 |
Tuntas |
77 |
Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
16 |
Zidan Dzaki |
64 |
Tidak Tuntas |
67 |
Tidak Tuntas |
74 |
Tidak Tuntas |
|
Rata-rata |
72,9 |
73,5 |
|
75,5 |
79,625 |
|
|
REFLEKSI
Berdasarkan
nilai hasil belajar yang diperoleh
peserta didik, Siklus III dikatakan berhasil
karena jumlah peserta didik yang memperoleh nilai di atas KKM sejumlah 14 siswa (87%) sedangkan target
minimal yang ingin dicapai adalah lebih dari (75%).
Meningkatnya hasil belajar siswa pada siklus III dibandingkan dengan siklus sebelumnya dan tercapainya target minimal
ketuntasan membuktikan bahwa melalui metode Demonstrasi
dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat mningkatkan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Terban.
Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa penelitian sudah bisa dikatan
berhasil dan tidak perlu dilanjutkan kedalam
siklus selanjutnya.
KESIMPULAN
Beradasarkan
Rumusan masalah dan penelitian yang dilakukan
oleh peneliti di kelas III SDN Terban
Pada materi pokok Praktik Salat serta dari analisa data yang diperoleh peneliti
maka peneliti memberikan untaian
kesimpulan sebagai berikut diketahui bahwa penerapan
metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti materi
praktik salat kelas III di SD
NEGERI TERBAN.
Hasil
belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
materi praktik salat mengalami peningkatan setelah diterapkannya pembelajaran menggunakan metode demonstrasi. Peneliti bisa membuktikan hal tersebut dengan
melihat hasil belajar dan data yang diperoleh peneliti sebagai berikut pada siklus I, siklus II dan Siklus III.
Prosentase ketuntasan siswa pada pre siklus adalah
37% naik menjadi 50% pada siklus I, naik lagi menjadi 69% pada siklus II dan kenaikan
pada siklus III sebesar 87%.
DAFTAR
PUSTAKA
Rifa’i, Moh. Risalah Shalat Lengkap. Semarang: PT. Karya
Toha Putra , 2009
Shiddiq. A (dkk).2021. Upaya Meningkatkan Kemampuan Praktek Sholatmelalui Metode Demonstrasi di MA
Intisyarul Ulum. JPDK: Volume 4 Nomor
1 Tahun2021Research & Learning in Primary
Education, hal. 2
Nurhayati Syarifah eva,Efektifitas Metode Demonstrasi Pada PembelajaranBidang
Studi Fiqih Di Mts. Soebono Mantofani Jombang
Ciputat.2016
[1] Shiddiq. A (dkk).2021. Upaya Meningkatkan Kemampuan Praktek
Sholatmelalui Metode Demonstrasi di MA Intisyarul Ulum. JPDK: Volume 4 Nomor 1 Tahun2021Research & Learning in Primary Education, hal.
2
Komentar
Posting Komentar